![]() |
Wawako Padang Maigus Nasir saat memberikan keterangan di Musrenbang Kecamatan Nanggalo |
Padang--Dalam
mencegah laju pertumbuhan HIV/AIDS di Kota Padang meningkat, Pemko Padang
mewacanakan setiap pasangan yang ingin menikah di Kota Padang harus melampirkan
surat keterangan bebas HIV/AIDS yang di keluarkan rumah sakit.
"Pada saat ini bayi ada yang telah terpapar HIV/AIDS. Oleh karena itu, kita mewacanakan akan meminta pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan harus melampirkan surat keterangan bebas HIV/AIDS. Untuk itu teknis nya kita bicarakan lebih lanjut. Tapi ini masih menjadi sebuah wacana," ucap Wakil Walikota Padang Maigus Nasir saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Nanggalo, Rabu (26/2)
Selain itu, untuk melakukan pencegahan, Maigus Nasir akan menguatkan edukasi bahaya HIV/AIDS dalam program smart surau yang bertujuan untuk membangun karakter bagi anak - anak.
"Selain smart surau, kita akan melaksanakan program sinergi nagari, yang bertujuan meningkatkan potensi adat basandi syara, syara basandi kitabullah, yang di sinergikan dengan Dubalang - dubalang yang diterjunkan sebagai upaya pendekatan - pendekatan," jabarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota
Padang mencatat, pada tahun 2024 pasien yang terpapar HIV/AIDS di dominasi usia
produktif, mulai dari 25 hingga 49 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota
Padang, Srikurnia Yati mengungkapkan, dalam penanganan HIV/AIDS seluruh jenjang
pelaksana teknis, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, hingga klinik. Menurutnya,
upaya menggencarkan kegiatan skrining dapat meminimalisir risiko penularan
lebih dini.
Srikurnia Yati merinci, pada tahun
2024 jumlah penderita HIV/AIDS mengalami penurunan di bandingkan 2023. Berdasar
catatan, pada 2024 total penderita menyisakan sebanyak 311 orang, atau menurun
dari sebelumnya mencapai 333 orang pada tahun 2023. Sementara untuk penderita
berdomisili di Kota Padang, sebanyak 166 orang dan sebanyak 142 penderita
berasal dari luar Kota Padang.
“Kalau merujuk pada data 2024,
kelompok umur penderita HIV, paling banyak antara dua puluh empat sampai empat
puluh sembilan tahun. Sementara untuk sebaran penderita, dari 11 kecamatan di
Kota Padang, yang terbanyak ada di Kecamatan Koto Tangah, yakni 40 kasus,” kata
Srikurnia Yati, Rabu (19/2) lalu.
Srikurnia Yati menambahkan, untuk
jenis kelamin yang paling banyak terinfeksi HIV/AIDS di dominasi laki-laki,
dengan persentase mencapai 86,2 persen. Sementara untuk penderita perempuan
tercatat sebanyak 13,8 persen. (bs)