Padang-Bukittinggi Terapkan Satu Arah, Antisipasi Kemacetan Bisa Lanjut Lewat Tol Padang-Sicincin - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Padang-Bukittinggi Terapkan Satu Arah, Antisipasi Kemacetan Bisa Lanjut Lewat Tol Padang-Sicincin

Kamis, 20 Maret 2025, 21.00 WIB
Pemudik dari arah Padang-Bukittinggi dapat melalui jalan Tol Padang-Sicincin yang mulai dioperasikan dari 24 Maret hingga 10 April mendatang. (ist)

Pembatasan Kendaraan Sumbu III Dilakukan 24 Maret hingga 8 April

Padang,  -- Libur lebaran Idul Fitri tahun 2025 ini akan dimulai dari tanggal 21 Maret 2025, diprediksi jumlah pemudik  ke Sumbar akan meningkat dibandingkan tahun lalu.  Dalam antisipasi mengatasi kemacetan akan dilakukan fungsional jalan Tol Padang-Sicincin dan penerapan sistem  One Way (Satu Arah) Padang-Bukittinggi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumbar, Dedy Diantolani menyebutkan Pemprov Sumbar akan memberlakukan sistem One Way (satu arah). Pertama pada masa mudik, 28 sampai 30 Maret 2025. Kemudian jalur One Way juga akan diberlakukan pada masa arus balik mulai tanggal 4 sampai 6 April 2025.

“Saat pemberlakukan sistem one way tersebut, untuk kendaraan dari Padang ke Bukitinggi menggunakan jalur biasa . Sementara untuk arus kendaraan dari Bukitttinggi ke Padang dialihkan menggunakan jalur Malalak. Sementara diluar jadwal tersebut tidak diberlakukan sistem One Way,” sebutnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/3)

Ia menyampaikan, pada saat penerapan sistem One Way tersebut pengguna jalan juga dapat melewati akses jalur tol Padang-Sicincin yang akan  beroperasi secara fungsional dua arah pada 24 Maret hingga 10 April 2025 mendatang.

“Dua jalur tol Padang-Sicincin sudah bisa dilalui kendaraan golongan 1, dari Bukittinggi menuju Padang di jalur kiri, untuk Padang-Bukittinggi jalur kanan,” jelasnya.

Ia menyebutkan saat sistem One Way diterapkan, pengendara dari Padang keluar tol langsung belok kiri arah Padangpanjang menuju Bukittinggi. Sementara kendaraan yang dari Bukittinggi-Malalak yang keluar Sicincin untuk menghindari kemacetan di Lubuk Alung bisa belok kiri menuju Kayu Tanam, lalu masuk Tol. Itu rekayasa lalulintas yang dibuat.

“Namun untuk angkutan berat tetap jalan biasa, belum diperkenalkan masuk Tol Padang-Sicincin. Tol tersebut hanya dibolehkan untuk kendaraan golongan 1  seperti kendaraan pribadi, atau kendaraan yang umum digunakan untuk keperluan sehari-hari,” terangnya.

Ia menyampaikan, Pemprov Sumbar juga memberlakukan pembatasan terhadap kendaraan berat pengangkut barang. Pembatasan kendaraan berat ini diberlakukan sesuai SKB 3 menteri. Kita buat juga pengumuman turunan dari SKB 3 menteri. Di mana pemberlakukan pembatasan operasional kendaraan berat dimulai 24 Maret sampai 8 April 2025.

“Dari tanggal 24 Maret hingga 8 April dilakukan pembatasan mobil sumbu III melakukan operasional , kecuali kendaraan yang dikecualikan seperti kendaraan membawa BBM, ternak, sembako, membawa sepeda motor orang mudik, dan angkutan hantaran uang,” jelasnya.

Ia menyampaikan, untuk pengawasan dan pengamanan mudik, Dishub Sumbar juga mendirikan Pos Angkutan Lebaran. Ada empat titik didirikan pos ini. Titiknya di Koto Mampang, Exit Tol di Kayu Tanam, Koto Baru dan Padang Lua.

 “Nantinya ada 12 dan 13 petugas standby di pos-pos tersebut,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan diperpanjangnya libur Lebaran tahun 2025 ini dimulai tanggal 21 Maret 2025, diprediksi jumlah pemudik  ke Sumbar tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Dengan masa libur lebaran yang panjang ini, pemudik dapat mensiasasi jadwal mudik dan baliknya untuk terhindar kemacetan di jalan raya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini juga tengah disiapkan aplikasi mudik yang berisi berbagai informasi yang bisa dipedomani oleh pemudik dan wisatawan yang berlibur selama libur panjang lebaran Idul Fitri 2025/1444 Hijriah.Diantaranya berisi lokasi posko, jalur alternatif yang bisa dilewati, nomor koordinator posko lebaran, panduan pariwisata, info nomor penting ketika mengalami kendala di jalan.

“Aplikasi terkait mudik ini tengah disiapkan Dinas Diskominfotik Sumbar, kita di Dinas Perhubungan mesuport data sesuai bidang kita, karena ini melibatkan beberapa OPD,” pungkasnya. (bs