Akibat Buang Sampah ke Sungai, Pantai Padang Kotor dan Bersampah - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Akibat Buang Sampah ke Sungai, Pantai Padang Kotor dan Bersampah

Kamis, 03 April 2025, 22.06 WIB
Pasukan Oranye bekerja ekstra keras untuk membersihkan di Pantai Padang dan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Air Dingin.


Padang – Beberapa hari terakhir, terlihat "Pasukan Oranye" berjibaku menangani sampah di Pantai Padang. Sampah dari laut terbawa ombak dan terdampar di daratan, membuat pemandangan pantai menjadi kotor dan tidak sedap dipandang.

Kotornya pantai ini bukan tanpa sebab. Penyebab utamanya adalah kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Alih-alih dibuang ke tempatnya, sampah sering kali dibuang begitu saja ke drainase atau sungai. Akibatnya, pada saat hujan besar, sampah ini terbawa arus hingga bermuara di laut, sebelum akhirnya dikembalikan ke daratan oleh ombak.

Fenomena ini terus berulang tanpa henti. Selama kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi, Pantai Padang akan tetap menjadi tempat akhir bagi sampah. 

Terbaru, hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Jumat (28/3/2025) memperparah keadaan. Derasnya arus sungai membawa lebih banyak sampah ke laut.

Dalam situasi ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang harus mengambil keputusan sulit: membuka kubus apung di jalur sungai. Jika tidak dilepaskan, arus yang kuat bisa merusak kubus tersebut dan menghanyutkannya. Namun, dengan dilepasnya kubus apung, seluruh sampah yang tersangkut di sungai pun langsung mengalir ke laut.

"Ini dilema yang kami hadapi. Jika kubus apung tidak dilepas, arus sungai bisa merusaknya. Tetapi jika dilepas, sampah dari sungai langsung hanyut ke pantai," ujar Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Kamis (3/4/2025).

Hujan deras yang terjadi pada Jumat itu juga bertepatan dengan masa perayaan Hari Raya Idul Fitri. Pantai Padang biasanya ramai oleh perantau dan pengunjung yang ingin menikmati liburan. Akibatnya, "Pasukan Oranye" harus bekerja lebih ekstra untuk memastikan kebersihan pantai tetap terjaga, demi kenyamanan para pengunjung dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

"Biasanya, dua hari setelah hujan deras, sampah dari laut akan mulai terdampar di pinggir pantai," jelas Fadelan.

Ombak mengembalikan sampah-sampah tersebut, berangsur-angsur selama kurun waktu satu pekan. Selama durasi tersebut, "Pasukan Oranye" harus bekerja ekstra keras untuk membersihkan pantai dan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Air Dingin.

Mencegah hal ini tidak terus berulang, Fadelan mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap sampahnya. Ia mengingatkan pentingnya seluruh warga kota menggunakan layanan LPS di setiap kelurahan.

"Jika seluruh rumah maupun tempat usaha memperoleh layanan pengambilan sampah oleh LPS, maka tidak akan ada lagi sampah yang terbuang ke drainase dan sungai," tegasnya.

Kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar Pantai Padang tetap bersih dan nyaman untuk dinikmati oleh semua orang.(Charlie Ch. Legi)